Hujan deras tiba-tiba mengguyur atap kamar yang terbuat dari seng, suaranya gempar memenuhi isi ruangan itu. Mata terbuka, ruangan masih gelap. Hanya remang-remang cahaya biru dari sound system yang masih melantumkan sisa-sisa kidung pengantar tidur semalam. Jam tangan menunjukkan pukul lima pagi. Si kecil masih terbaring manis di sampingku, sedangkan kakaknya tidur di kamar sebelah bersama ibunya.

Hari baru. Perjuangan barupun dimulai. Membuka agenda pagi itu, sederet tumpukan tugas menanti untuk diselesaikan sepanjang hari. Membiasakan diri dengan target harian memang berat. Setumpuk tugas hari itu diantaranya adalah sisa-sisa tugas kemarin yang belum terselesaikan.

Pagi itu, seperti biasa aku selalu bengong sejenak. Rasanya tidak ada aktivitas apapun yang terasa nikmat selain bengong di pagi hari setelah bangun tidur. Baru setelah sekitar setengah jam biasanya tersadar karena harus segera sholat shubuh keburu waktunya habis.

Hujanpun akhirnya berhenti. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aktivitas di dapurpun dimulai dengan terdengarnya suara pemantik kompor gas yang dinyalakan. Kran di kamar mandi juga sudah mulai terdengar mengucurkan derasnya air, pertanda anakku juga sudah mulai bersiap menyongsong hari-harinya pergi ke sekolah.

Aku melangkah keluar rumah, sekedar menggerakkan badan sekenanya sambil menghirup udara pagi. Tanah basah, di sana-sini genangan air masih beriak oleh rinaian air hujan yang juga masih terasa menetes di kulit. Mendung masih menyelimuti pagi itu. Mataharipun tidak kuasa lagi menampakkan diri. Beberapa ekor burung mulai beterbangan, melengkapi suasana damai di pagi itu.

Anakku yang kini masih sekolah SD kelas lima itu sudah bersiap di boncengan motor ibunya. Memang selama ini ibunyalah yang selalu mengantarnya ke sekolah. Nanti giliran pulangnya, aku yang menjemputnya di sekolahan bersamaan dengan waktu istirahatku di kantor. Merekapun segera berlalu dari hadapanku. Tandanya aku juga sudah harus bersiap mandi dan pergi kerja.

Tahukah kamu bahwa makanan yang terlalu pedas itu bisa meledak sebanyak tiga kali dalam tubuhmu?

Coretan tangan gue. Sudah lama tidak bikin seperti ini.

Yang kecil-kecil begini fungsinya sangat luar biasa besarnya. Saya tidak pernah mengira akan memerlukan card reader. Saya berpikir bahwa kartu memori hanya sebagai penyimpan data di handphone (hape) dan cukup dibaca di hape saja. Paling-paling hanya buat nyimpen musik, gambar (foto) dan video, buat apa lagi kalau bukan buat nyimpen media-media itu?

Ternyata saya salah besar. Saalaahh BESAR! Kenapa? Fungsinya sebagai penyimpan data ternyata bukan hanya sebatas media, tapi juga data-data lain, tak terkecuali dokumen-dokumen penting yang kita miliki. Kita bahkan bisa menyimpan software apapun, asalkan ukurannya cukup, karena biasanya kartu memori bawaan hapenya juga berkapasitas kecil.

Lantas buat apa nyimpen-nyimpen software kalau tidak bisa dipakai langsung di hape? Ya buat dikirim ke PC. Kita tidak tahu kapan kita butuh antivirus mendadak. Atau... yang lebih umum saja, misalnya, kita tidak tahu kapan kita butuh fotokopi KTP. Okelah, KTP masih bisa dibawa-bawa kemana-mana tinggal difotokopi gampang, tapi bagaimana kalau itu berupa dokumen lain misalnya: Ijasah, NPWP, atau dokumen-dokumen penting yang gak mungkin dibawa kemana-mana. Riskan 'kan?

Kita juga tidak pernah berharap bahwa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) kita hilang. Sementara kita tidak tahu apakah pernah kita menyimpan fotokopinya. Saat mau mengurus penggantian STNK baru, betapa repotnya jika harus membawa serta kendaraan bermotor ke kantor Polisi dalam keadaan tidak ada STNKnya. STNK hilang, baru mau diurus.

Yang masih hobi cari kerja, misalkan kita tidak sengaja menemukan ada lowongan kerja yang sangat bagus di luar kota. Tapi kita harus kembali pulang hanya untuk mengumpulkan berkas, sementara deadline pendaftaran sangat terbatas.

Kartu memori di hape kita adalah jawabannya. Apapun bentuknya, baik kartu bentuk SD, micro SD, MMC, Memory Stick dan sebagainya. Tapi sebagian besar kita yang punya hape pasti ada kartu memorinya. Kita tinggal nyiapin dokumen, misalnya KTP, PasFoto, Ijasah, dsb dalam bentuk soft copy dan menyimpannya di kartu memori hape. Praktis kan? Terserah mau bentuk PDF, Gambar JPG, yang jelas mesin scanner dapat memberi kita pilihan.

Merah ranum di sisi jurang biru, matahari bersolek di danau yang hening. Menyapa kepada isi alam, lewat senandung angin di rerimbunan tanpa nyiur. Kepada cuaca pagi itu, seperti berdoa penuh pengharapan. Agar abadi keindahan sebagaimana ombak membelai pantai, dan birunya langit yang melatarbelakangi awan.

Begitu juga mimpi, serta senyum di pagi hari. Seakan tidak pernah ingin berhenti walaupun kadang kepedihan menghunjam, tetaplah tersenyum. Walau terpaksa, tetaplah melangkah mengikuti roda yang berputar di sumbu waktu dan temukan cahaya di setiap keremangan.

Kesunyian hanyalah sebagian kecil dari peradaban di sebuah titik waktu. Tidak ada yang abadi, selain keabadian itu sendiri. Namun demikian mengabadikan senyum bukan berarti tanpa makna. Karenanya, perliharalah senyum dengan sehampar keindahan. Lupakan segala penderitaan yang bertumpu pada kesementaraan itu.

Tidak terasa sudah sedemikian jauh perjalanan. Ada banyak pemandangan terkenang. Walau tidak semua tersimpan, namun beberapa diantaranya menyiratkan sesuatu yang tidak ikut berkarat karena waktu. Seolah mereka ingin diungkap kembali, sebagai sebuah fragmen cinta yang tidak terlupakan, kenangan abadi.

Tidak pernah ada yang menandingi indahnya hamparan hijau itu. Walaupun sesekali harus kembali kepada lembah untuk melepas dahaga dengan taburan embun disana.

Ramadhan tahun ini akan berakhir sebentar lagi. Masih ada beda pendapat di beberapa pihak tentang penentuan tanggal 1 Syawal 1432 H. Malah ada yang sudah melakukan sholat Ied tadi pagi, 29 Agustus 2011. Mereka ini dulu memang sudah mengawali puasa sehari lebih awal.

Kalau melihat tanggal merah di kalender yang beredar, hari H lebaran jatuhnya besok pagi. Ini sama dengan keputusan pihak Muhammadiyah. Kabarnya di Makkah al Mukaramah juga besok pagi. Kalau ini benar, harusnya di Indonesia yang letaknya lebih timur dari Makkah juga berlebaran besok pagi. Akan tetapi sidang Isbat tadi sore memutuskan hari Rabu lusa, 31 Agustus 2011 sebagai tanggal 1 Syawal. Akhirnya pemerintahpun menetapkan tanggal 31 Agustus sebagai 1 Syawalnya.

Jadi ada 3 keputusan penentuan tgl 1 Syawal. Saya jadi bingung, mau ikut yang mana. Yang jelas hari ini masih puasa, jadi mau ikut yang tanggal 30 atau 31?

Masing-masing memang punya cara-cara sendiri untuk menentukan kapan jatuhnya 1 Syawal. Argumentasinya sama kuatnya. Giliran orang-orang seperti saya inilah yang dibikin bingung. Sudah bersiap-siap berlebaran besok pagi kok malam ini nggak denger takbir sama sekali.

Biasanya saya tidak pernah pusing dengan perbedaan seperti ini. Lagian ini juga bukan kali pertama terdapatnya perbedaan hilal. Saya lebih sering mengikuti komunitas tempat saya tinggal. Tapi entah mengapa lebaran kali ini saya begitu bingung. Ragu. Beberapa teman di kantor yang saya hubungi jawabannya juga berbeda-beda, menambah keraguan saya.

Kalau ragu seperti ini memang sebaiknya cari aman. Paling aman ya besok puasa lagi. Sepertinya lingkungan tempat saya tinggal juga banyak yang masih puasa besok. Buktinya, malam ini belum terdengar takbiran di mesjid. Rupanya mereka masih taraweh sore tadi. Lha saya kira besok sudah lebaran, makanya malam ini saya nggak tarwehan.

Malam sudah sedemikian larut. Tapi pemandangan di tengah kota kali itu masih seperti jam delapan malam. Mobil-mobil masil lalu lalang di jalanan. Apalagi sepeda motor, muda-mudi berboncengan memenuhi jalan raya, seakan tidak mau melewatkan malam itu. Lampu-lampu jalanan turut semarak menghiasi kota yang biasanya gelap dan lengang di larut malam begini.

Ada yang istimewa: Bukan hanya lampu hias yang berwarna-warni, melainkan dominasi lampu minyak. Hanya lampu minyak sederhana, terbuat dari botol bekas minuman suplemen yang diberi sumbu pada tutupnya. Lampu minyak berjumlah ratusan, bahkan ribuan itu disusun berjajar membentuk formasi tertentu. Di setiap rumah warga, di jalan-jalan, di tepian sungai, di lapangan-lapangan dan tak ketinggalan juga di halaman kantor, semua terpasang formasi lampu minyak ini.

Di beberapa sudut terdapat pula pasar malam dengan aneka barang jualan. Mulai dari makanan, pakaian, perabotan rumah, CD musik, kembang api, petasan, dan beberapa hiburan berupa permainan. Inilah yang disebut malam "Tumbilatohe", malam yang dihiasi lampu pertanda masuk hari ke-27 bulan Ramadhan di Gorontalo.

Di rumah-rumah penduduk biasanya hanya ada beberapa lampu yang disusun berderet di pagar rumah atau diletakkan di bangku papan yang panjang. Ada pula yang memenuhi halaman rumahnya dengan formasi lampu yang digantung-gantung di bambu. Sedangkan di halaman kantor atau di lapangan, formasi lebih banyak lagi dan lebih kompleks. Bahkan hulu sungai dekat jembatan pun tak luput dari hiasan lampu minyak.

Biasanya ada pihak tertentu yang menjadi sponsor penyelenggaraan pemasangan lampu massal yang ada di tempat-tempat umum, terutama para calon kepala daerah yang sedang giat berkampanye. Meskipun belum tiba waktunya kampanye pilkada, mereka sudah memasang baliho besar di belakang ribuan lampu yang brrjajar di lapangan. Bahkan ada pula lampu yang disusun membentuk formasi tulisan nama dari pasangan calon kepala daerah.


Cam-whore using BlackBerry PlayBook and projected to TV
(dari http://www.liewcf.com/)
Tak terasa sudah hampir sebulan saya menghabiskan setiap waktu senggang bersama kekasih baru saya: BlackBerry PlayBook. Sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah, dan sebagai seorang karyawan, saya memang harus mengendalikan diri untuk tidak terlalu dekat dengan kekasih baru itu. Pasalnya kalau sudah terlalu dekat, jangankan pekerjaan yang menjadi keteteran, bisa jadi anak dan istri juga tidak kebagian perhatian.

Jujur saja, saya termasuk orang yang menjadi korban trend dari perkembangan tekhnologi saat ini. Entah mengapa saya selalu tidak tahan melihat benda-benda itu untuk memilikinya. Saya membelinya bukan karena kebutuhan, melainkan hanya karena keinginan. Apalagi melihat orang-orang sekitar yang telah memiliki tablet, rasanya semakin ngiler saja aku dibuatnya. Lantas mengapa pilihan hati saya jatuhnya ke PlayBook? Bukan ke tablet yang lain? Itu semua telah saya ungkapkan beberapa waktu lalu di postingan saya sebelumnya.

Saat pertama kali bersentuhan dengan "benda pusaka" yang kupesan, hatiku sempat bergetar. "Benarkah ini BlackBerry PlayBook yang masyhur itu?" tanyaku dalam hati. Anda mungkin menilai saya lebay, ya? Terserahlah. Yang pasti kejadian itu tak pernah saya lupakan: pertemuan pertama dengan kekasih hatiku yang baru.

Saat aku memegang pusaka ini untuk pertama kalinya, memang ada kesan aneh, asing, misterius. Apalagi benda ini tidak ada tombol sama sekali di bagian mukanya. Hanya tombol di pinggirannya saja, tepatnya di sebelah atas. Disana hanya ada empat tombol, satu tombol terpisah dari tiga lainnya. Satu tombol ini adalah tombol power, dan ketiga lainnya yaitu tombol volume (+) dan volume (-) yang mengapit tombol play/pause. Di samping kiri-kanan tidak ada apa-apa. Di bagian bawahnya ada 3 colokan, salah satunya untuk charging. Di muka hanya ada lampu LED indikator dan sebuah kamera.

Dari mana datangnya "lubang" ini?
Sejenak saya ingin mengajak Anda kembali ke masa SD, berhitung sederhana: Sebuah benda berbentuk bidang (segi empat, segi tiga, atau bentuk apa saja) yang diketahui luasnya dipotong-potong menjadi beberapa bidang yang lebih kecil. Lalu masing-masing potongan dihitung luasnya.

Secara teori hasil penjumlahan dari luas masing-masing potongan kecil itu akan sama dengan bidang utuhnya tadi (sebelum dipotong-potong). Di masa sekarang, saat Anda sudah jauh meninggalkan masa sekolah dasar, Anda pasti masih setuju bahwa teori ini sangat mutlak kebenarannya.

Di dalam kenyataannya, tidak jarang kita menemukan kesulitan dalam menjumlahkan luas dari potongan-potongan kecil tadi sehingga jumlahnya sama persis dengan luas bidang utuhnya. Bahkan butuh waktu berhari-hari untuk menemukan di mana letak perbedaan selisih jumlah yang tadi.

Coba perhatikan gambar di samping ini:
Sebuah bidang segitiga ABC dipotong-potong menjadi empat bidang yang lebih kecil. Kemudian keempat bidang kecil tersebut ditata ulang dengan susunan yang berbeda. Susunan yang baru seharusnya tepat membentuk segitiga DEF, tanpa harus ada "lubang" kecil yang tersisa. Lalu mengapa ada "lubang" pada segitiga DEF?

Nah...! Ada yang bisa jelaskan?


Tell me, Baby
How much it was going bad
'cause it's the only rule
We just have to learn.

So many times
It seems no need of choice
It has even no way out
Before the innocent eyes
They had so many goddamn ways
To break it away.

Freak it!
Blast it and throw it out of the gate
We are the only one that hold the key
Everytime we can bring it in from the rain
And then we can together share the pain.

Well, Baby...
We need to know how we will spend this
Is it joyful like a trip
Or still painful like hell
'cause in facts...
We're still on the same track.

Hari ini pas lagi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk cari-cari bahan berbuka puasa, eh ada pemandangan menarik. Salah satu ujung eskalator menganga lebar. Karena sering ngadat, maka eskalator di salah satu "mal" di kota Gorontalo ini dibongkar untuk diperbaiki. Beberapa petugas tampak sedang memperbaiki peralatan itu.

Entah bisikan dari mana tiba-tiba naluri virtualku mulai menggelitik untuk mengeluarkan handphone dari saku dan "jepret!" Seperti biasa, setelah gambar berhasil dijepret pasti keluar menu "send to" dan beberapa opsi yang diantaranya adalah send to website. Karena telah tersetting blog ini sebagai website yang dimaksud, maka inilah hasilnya.

Semua posting dengan kategori mobile uploads di blog ini menggunakan kamera handphone yang sama, yaitu Soner W 705i.

Hari ini aku telah memesan sebuah PlayBook. Setelah sekian lama menimbang-nimbang untuk memiliki komputer tablet, maka hari ini pilihanku telah jatuh ke gadget buatan RIM itu.

Ada banyak sekali pilihan tablet saat ini, dari yang terkenal karena telah lebih dulu merintis dan mendominasi pasar, yaitu iPad buatan Apple, kemudian disusul Galaxy dari Samsung yang mengusung Android sebagai operating systemnya. Masing-masing memiliki keunggulan yang sempat membuat para konsumen kebingungan mau memilih yang mana.

Pilihan hati saya justru jatuhnya ke PlayBook, yang belum banyak diminati orang. Mungkin begitulah saya, kalau memilih gadget justru yang jarang orang memilihnya. Tapi alasan sebenarnya bukan semata-mata menjadi penggemar minoritas, melainkan spesifikasinya yang memang pas banget buat saya.

Sebelum PlayBook hadir, saya telah memperhatikan banyak tablet, bahkan sejak pertama hadirnya iPad. Saya selalu mengikuti perkembangan tablet dan membayangkan sebuah tablet ideal dengan spesifikasi tertentu yang ternyata ada pada PlayBook.

Saya juga telah melihat iPad kepunyaan teman saya, menyentuh Samsung Galaxy kepunyaan teman yang lain, sempat jalan-jalan ke toko dan bertemu Iconia dari Acer, Transformers dari Asus, serta beberapa tablet seperti ZTE, Axioo, dan beberapa produk lokal yang entah apa saja namanya.

Melihat semua itu, saya berharap ada sebuah tablet yang ukuran layarnya tidak terlalu lebar, desain yang indah, prosesor yang kuat, memori yang besar, serta storage yang cukup leluasa untuk penyimpanan data, serta tidak perlu menyediakan slot SIM card karena saya tidak akan menggunakan gadget ini untuk menelpon.

Akhirnya gadget impian itu hadir ke negeri ini, belum lama yaitu limabelas hari yang lalu, pertengahan bulan Juli ini. Sampai akhir bulan ini saya masih harus sabar menunggu, barangkali saja dia akan masuk hingga ke kota dimana saya tinggal. Tetapi di Gorontalo, sebuah kota kecil yang mustahil akan menyediakan gadget canggih yang jarang peminat ini, saya tentu harus tetap membelinya melalui seorang teman yang tinggal di Jakarta atau sekitarnya.

Jika bulan puasa akan segera tiba, selalu ada hal istimewa. Bulan yang penuh dengan rahmat itu bukan hanya untuk membersihkan hati dan pikiran kita, tetapi juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas jiwa kita. Di mana pada saat kita berpuasa, merendahkan hati membuat kita menjadi lebih mudah untuk merasakan apa yang terjadi dengan sekitar kita. Membuat kita juga semakin banyak belajar tentang diri kita sendiri dan juga yang lainnya.

Setelah hampir setahun kita meninggalkan puasa di tahun lalu, kita sudah dihadapkan lagi dengan bulan puasa tahun ini. Kita diberi kesempatan lagi untuk menjalani ibadah puasa, artinya ada kesempatan untuk memperbarui kembali hidup kita setelah selama setahun ini mungkin merasa jauh dari kata bersih secara keimanan dan ketaqwaan.

Siapa sih yang nggak punya dosa? Siapa sih yang nggak berbuat salah? Kesalahan dan dosa memang sudah menjadi debu dan noda yang mengotori pakaian kita dalam hidup ini, dan kita wajib mencucinya secara berkala. Semua itu untuk menjaga kebersihan jiwa kita. Kita dulu terlahir berupa jiwa yang bersih, suci, dan nantinya harus kita kembalikan kepada Tuhan saat dipanggil, seyogyanya juga dalam keadaan yang bersih.

Itulah sebabnya, kebersihan adalah sebagian dari iman.

Farah Quinn
Sekarang waktunya berbagi kuliner. Memasak tanpa api. Cuman menu sederhana. Tapi jangan tanya soal rasa. Mengguncang lidah Anda. Nggak kalah sama masakan para chef seksi yang sering muncul di tivi dan jadi favorit para lelaki itu. Siapa sich? Siapa lagi kalau bukan Farah Quinn dan Marinka. Dengan menu ini nasi sepiring tidak akan pernah cukup. Apalagi dengan formula baru yang pasti lebih natural, lebih sehat, dan mengurangi risiko penyakit degeneratif.

Berikut bahan-bahan yang diperlukan:
- 5 buah cabe rawit
- 3 siung bawang putih
- 1 sendok teh minyak sayur
- Garam dapur, secukupnya
- bumbu cinta, secukupnya
Sudah, itu saja.

Cara membuatnya:
Bawang putih dan cabe rawit dicuci bersih, lalu dihaluskan. Tabur garam secukupnya agar proses penghalusan lebih cepat dan nyaman. Setelah halus dan rata, siramkan minyak sayur sedikit saja, ratakan lagi. Terakhir, taburkan bumbu cinta secukupnya. Jadi deh!

Jangan lupa untuk menyiapkan nasi sebakul untuk menu ini. Dapat juga dimakan dengan telur dadar atau ikan bakar.

Kemarin saya mencoba kuliner ini juga karena terpaksa. Hidup di tanah rantau dengan keterbatasan jenis makanan dan kurang variatif membuat kita dituntut inovatif.

Sambel korek adalah menu yang sangat klasik. Bisa jadi menu yang sangat langka di saat orang sudah beralih ke sambal-sambal modern yang instan dan dikemas dalam botol-botol plastik. Tentunya sudah mengandung zat-zat aditif berupa pewarna dan pengawet. Belum lagi jika ditambah pengatur keasaman dan penyedap rasa. Itu semua dalam jangka panjang tidak bagus bagi kesehatan, terutama untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus.

Wanci surup, mulih saka kantor swasanane uwis peteng. Iki mau ibune gendhuk nyusul neng kantor saperlu nunut mbukak Internet, golek materi kanggo ngampungake tugas kuliah S2-ne. Tekan ngomah, kaya biasane, rewangku isih ngemong gendhuk-gendhuk sakloron sing lucu-lucu. Dumadakan rewang mau lapuran manawa mesin pompa air ing ngomahku wis ora bisa mungel, alias mati. Wadhuh, klakon ora adus sore iki. Bisa-bisa gatelen nisik sawengi mengko? Maneh, ambune bakal brang-breng ngebaki kamar.

Pancen wis pirang-pirang dina iki mesin mau rada surut anggone ngetokake banyu, dibarengi maneh banyune rada nyetrum. Anggere kanggo wudhu utawa wisuh krasa grang-greng, lan nalikane banyu sing metu saka kran dak senggol nganggo test pen pancen murub test pen mau. Semono uga kran sing digawe saka wesi uga nyetrum, apamaneh mesin pompane dhewe jelas gedhe setrume, padhang murube test pen.

Watara wis kliwat jam nem sore, tangeh lamun toko sing dedodolan mesin pompa air isih ana sing bukak. Nanging isih ana pangarep-arep. Toko elektronik sing dumunung neng tengah kutha kae biasane isih bukak nganti jam 8 bengi. Sanadyan ora mesthi sumadya piranti sing dak karepake, nanging bisa dak coba mrana.

Sujune uripku isih rada kecukupan. Ing bab kang mengkono iku aku ora kangelan nggonku mikir saka ngendi dhuwit sing kudu dak cepakake kanggo tuku piranti elektronik sing wigati iku. Aku mung kudu mikir menyang endi aku bakal tuku piranti iku, regane pira dudu babagan kang wigati maneh. Sing penting sesuk esuk kudu bisa adus, ora prelu ngrusuhi tanggane minangka njaluk banyu kanggo adus.

Ing toko iku isih akeh wong sing mara saperlu tetukon barang elektronik. Ono TV, Kulkas, AC, Kipas angin, lan sapiturute. Sing dak goleki mung siji: pompa air, merk apa wae! Nanging pancen nasib lagi ora apik, toko iku wis ora sumadya maneh piranti sing dak karepake. Kanggo ngeman wektu, aku langsung jumangkah metu saka toko, nyabrang dalan. Ing kana ana uga toko elektronik sing luwih cilik. Mbok manawa sumadya barang kang dak karepake. Jebule uga ora ana. Clingak-clinguk... nengdi maneh ya?

Menutup kesunyian dengan blogwalking ternyata asik juga. Kemarin nemuin situs aneh dan lucu. Awalnya hanya karena waktu itu saya sedang mengalami perasaan malas saja. Kebetulan iseng-iseng ngetik kata "males banget" di search engine yang ada di BlackBerryku. Tanpa diduga search engine itu mengarahkan aku pada sebuah situs bernama malesbanget.com (MBDC). Ternyata ada juga ya, nama situs seperti itu? Hehe... Kemudian inilah yang saya dapat:
Mengapa alat kelamin laki-laki selalu diasosiasikan dengan "burung"?
Wah, menggelitik juga untuk terus membacanya. Tak tahan rasanya untuk melakukan copas. Kebetulan blog saya juga lagi sepi akhir-akhir ini. Jadi silahkan kunjungi MBDC kalau lagi males banget, disana ada obat yang lumayan bagus untuk menyembuhkan males anda.  Kalau lagi males untuk mengunjunginya, ini dia hasil copasan saya:

Kita sudah banyak tau bahwa alat kelamin pria sering disebut dengan “burung”, kalo bahasa Inggris juga “cock” atau ayam jantan. Kata ‘k*nt*l’ sebenarnya juga awalnya dari kata ‘kutilang’ yang karena sering disebut oleh orang latah, jadinya kepeleset deh.. “Eh bagus ya burung kuti… k*nt*l…. nya..!” *sambil kepeleset* Wakakakaa...

MBDC sudah melakukan riset disana sini untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan abadi tersebut. Tapi sebelumnya, kita harus berpikir dan mengetahui, sebenarnya apa sih unggas/burung itu?

Unggas (Inggris: poultry) adalah jenis hewan ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan/atau telurnya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).

Bedebah yang satu ini memang sudah kelewatan. Gara-gara dia nih, aku jadi tidak enak makan, tidak nyenyak tidur, bahkan kemesraan dengan orang tercinta juga jadi hilang. Mau kerja jadi nggak semangat, mau main juga nggak asik, bahkan mau nonton bokep juga nggak nafsu. Semuanya gara-gara bedebah satu ini.

Jadi tolol juga akhirnya. Masa' gara-gara bedebah itu hidup saya jadi malang begini? Hidup tak hendak mati tak mau? Kalau caranya begini, saya bisa mati muda, atau kalau nggak ya jadi gila, atau minimal impoten! Beh!

Dunia jadi terasa sempit. Bayangkan, seribu macam makanan tidak enak rasanya di mulut. Maunya setelah dikunyah 2 – 3 kali langsung dimuntahkan saja.

Hati juga terasa sempit. Gerah. Maunya marah-marah saja. Kasihan anak sama istri nih, jadi luapan kemarahan yang tidak jelas juntrungannya. Kalau tidak mampu kontrol bisa gila beneran nih!

Nafsu juga hilang. Nafsu makan jelas-jelas tidak ada. Nafsu lainnya nggak nongol juga kayaknya. Biar ada cewek bahenol menari-nari telanjang di depan mata kayaknya nggak menarik deh, impoten jadinya.

Wah bedebah yang satu ini memang luar biasa eksesnya. Semangat jadi hilang sama sekali. Kalau nafsu sudah tidak ada, mana mungkin semangat mau menyala? Kalau pekerjaan di kantor jadi terbengkalai barangkali juga karena tidak adanya semangat kerja. Kalau bos marah, itu bisa jadi lebih parah lagi.

Nanti akan saya tunjukkan bedebah macam apa yang membuatku seperti itu. Akan aku tunjukkan gambarnya disini. Ya, gambarnya ada. Akan saya pampang disini agar Anda yang membaca blog ini juga waspada kalau menemukan bedebah seperti yang saya temui sekarang. Waspadalah!

Ingin hati memeluk gunung. Apa daya gunungnya meletus. Peribahasa itu agak diplesetkan dari aslinya yang berbunyi: Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Tentu saja beda artinya.

Peribahasa aslinya mengandung makna ketidakmampuan primer. Tangan tak sampai berarti tangan kita yang lemah, tanpa mempertimbangkan seberapa besar hambatan yang menghadang. Tapi dalam hal gunung yang meletus, berarti faktor objek yang akan dipeluk mengalami reaksi keras. Sehingga pelukan yang kita berikan terpaksa harus kita urungkan, atau kita tarik kembali.

Ada banyak gunung di luar sana yang saat ini memang gemar meletus. Meletusnya nggak main-main. Bisa meletus di media massa, di kantor polisi, di LSM, di gedung DPR, bahkan di pengadilan. Letusan yang sanggup mengalahkan letusannya bom para teroris yang sekarang lagi merajalela.

Letusan gunung yang dipeluk ini bervariasi. Ada yang memang memiliki bobot letusan hingga mengguncang bumi, menciptakan gempa vulkanik berkekuatan menengah. Ada juga yang hanya seperti letusan tabung gas LPG yang bocor.

Ya, pada dasarnya hidup adalah kompromi. Life is compromize. Orang mati adalah orang yang tidak mampu berkompromi lagi untuk meneruskan hidup. Memeluk gunung bisa jadi bukan impian kita secara pribadi. Mungkin demi orang-orang yang kita cintai, kita akan melakukan itu. Demi satu tujuan untuk menegakkan komitmen bersama dalam hubungan pekerjaan juga bisa menjadi alasan kita nekad melakukan hal-hal yang berat. Dengan menepis segala macem alasan yang membuat kita malas, kita lantas mencoba melakukan sesuatu yang tampaknya berat menjadi sesuatu yang realistis untuk dilakukan.


Dalam waktu dekat ini dikabarkan Bumi akan bisa memiliki dua matahari selama satu atau dua minggu. Fenomena kosmik ini terjadi ketika ada salah satu bintang terang di langit malam meledak menjadi supernova. Menurut laporan, akan terjadi pertunjukan cahaya yang paling menakjubkan dalam sejarah planet ini.

Fenomena alam itu terjadi akibat ledakan Betelgeuse, sebuah bintang yang paling terang. Ledakan itu akan menyebabkan bumi memiliki dua matahari. Usia Betelgeuse, yang merupakan bagian dari konstelasi Orion dengan jarak 640 tahun dari bumi akan segera berakhir.

Bintang raksasa merah itu diperkirakan bakal meledak pada tahun ini. Ketika itu ledakan tersebut terjadi,peristiwa itu disebut-sebut akan menjadi "pertunjukan cahaya" paling spektakuler bumi terbentuk. Begitu terangnya cahayanya, bumi seolah-olah memiliki dua matahari. Artinya, langit malam juga akan terang seperti siang hari. Pengajar fisika senior di Universitas Southern Queensland Australia Brad Carter mengklaim, ledakan itu bisa saja terjadi sebelum 2011 berakhir. Namun, mungkin saja Betelgeuse baru akan meledak pada tahun-tahun mendatang.

"Bintang tua ini sudah kehilangan amunisi yang memungkinkannya tetap bersinar.Ketika bahan bakar ini habis, bintang akan mati dengan sendirinya dan itu akan terjadi sangat cepat. Ini adalah peristiwa terakhir yang akan dialami bintang.Ketika bintang meledak,kita akan melihat cahaya yang sangat terang untuk beberapa pekan.Kemudian,dalam kurun beberapa bulan ke depan, cahaya itu mulai memudar dan akhirnya akan sulit dilihat," papar Carter. Menurut Carter,ledakan Betelgeuse bisa membuat bumi selalu dalam kondisi siang hari. Itu bakal terjadi selama beberapa pekan. "Kita akan memiliki matahari kedua," ujarnya. Namun, masih dalam perdebatan dua matahari yang menyinari bumi itu bakal terjadi.

Mulai saat ini, sebagai persiapan, kalau Anda ingin melihat peristiwa alam yang sangat menakjubkan itu, belilah sepasang kacamata. Carter juga memberikan perkiraan waktu peristiwa itu akan terjadi. "Antara sebelum 2012 sampai jutaan tahun mendatang," ujar Carter. Kematian Betelgeuse menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, ini bersamaan dengan ramalan Suku Maya menyatakan kiamat datang 2012. Namun, Carter membantahnya." Tidak akan membahayakan bumi sedikit pun,"tuturnya.

Di Jepang, ramalan tentang nasib atau sifat seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa begitu? Katanya nich, golongan darah itu dibentuk oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita. Oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak?

Yaah, namanya juga ramalan. Mau percaya atau tidak ya terserah yang baca. Tapi kalau saya yang membaca, sepertinya memang banyak benernya. "Sifat-sifat yang itu kok gue banget!" gitu. Nah, ini hasil blogwalking saya yang ingin saya bagi kepada pembaca. Inilah dia sifat-sifat seseorang dilihat dari golongan darahnya:

SIFAT SECARA UMUM :
A : Terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin org mudah sebel.
B: nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup.
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil.
AB : unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda.

Yg paling gampang ngaret soal waktu
1 B (krn nyantai terus)
2 O (krn flamboyan)
3 AB (krn gampang ganti program)
4 A (krn gagal dalam disiplin)

Yg paling susah mentolerir kesalahan org :
1 A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2 B (krn easy going tapi juga easy judging)
3 AB (krn asal beda)
4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)

Yg paling bisa dipercaya :
1 A (krn konsisten dan taat hukum)
2 O (demi menjaga balance)
3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4 AB (mudah ganti frame of reference)

Pembicaraan tentang empat -ta (4-ta) ini memang tidak pernah membosankan. Hal ini karena memang banyak pemahaman yang berbeda dalam memandang keempatnya. Ada banyak variasi dalam meletakkan prioritas bagi 4-ta dalam hidupnya. Banyak orang memang sengaja menempatkan keempatnya sebagai tujuan hidup.

Sebagian ada yang beranggapan bahwa harta dan tahta adalah segalanya. Alat ukur kesuksesan seseorang dinilai dari seberapa besar rumahnya, berapa banyak mobilnya, jabatan apa yang dia duduki sekarang. Pernah ada istilah cewek matre, seorang cewek yang menentukan kriteria cowok yang menjadi idamannya harus memiliki ini dan itu, semua tentang harta dan kedudukan. Mereka biasanya bilang, “Loh! Realistis, ‘kan? Memangnya kalau sudah kawin gue mau dikasih makan cinta doang?”

Tapi jangan salah loh, ada juga ternyata orang yang tidak begitu peduli dengan harta dan kedudukan. Kepuasan bagi orang ini timbul manakala dia dianggap sebagai orang yang pandai. Orang ini biasanya panda bicara. Sehingga seringkali tampil berceramah, berpidato, berdebat, dan segala urusan yang berhubungan dengan adu ilmu, dia jagonya. Apalagi kalau ada kesempatan berceramah di muka orang banyak, dia betah berjam-jam berbicara sendiri tak peduli yang mendengarkan sudah mengantuk dibuatnya.

Ada juga yang memiliki hobi bercinta. Kadang tak peduli hidupnya berantakan. Harta dan kedudukannya seringkali dikorbankan begitu saja untuk meraih kesenangan berupa hubungan antar individu yang sifatnya berlebihan.

Memang sekilas semuanya tampak realistis. Seseorang akan dipandang dari salah satu atau beberapa unsur dari 4-ta yang dimilikinya. Tidak jarang kita terlibat dalam pembicaraan ketika mengidentifikasi seseorang, misalnya:

Ada apa dengan kapak?
Ini adalah sebuah cerita pendek yang perlu dibaca sebagai bahan perenungan. Cerita ini saya dapatkan dari seorang senior saya dan sempat membuat saya merenung seharian. Pada hari ini saya baru sempat berbagi dalam blog ini. Semoga bermanfaat...

Pada jaman dahulu kala ada seorang pengembara yang mencari makan dengan menjual jasanya sebagai seorang penebang kayu. Namanya pengembara, dia tidak punya rumah ataupun harta benda berharga selain pakaian yang menempel di tubuhnya dan sebuah kapak sebagai alat penebang pohon. Dengan modal kapak itulah dia mendapatkan upah dari hasil menebang pohon. Hari-hari dia lalui dengan mengembara untuk mencari pelanggan yang akan memanfaatkan jasanya sebagai penebang kayu. Upah yang didapatnya lumayan buat bekal hidup beberapa hari sebelum dia mendapatkan pelanggan baru untuk memanfaatkan jasanya itu. Bayangkan betapa miskinnya dia waktu itu.

Hari berganti, bulan berganti. Ia masih tetap seorang pengembara yang setia dengan pekerjaannya. Tapi dia sudah mulai bisa menabung dan membeli pakaian baru. Tak lama kemudian dia sudah mulai bisa memiliki tempat tinggal. Setelah tahun berganti, iapun sudah mulai memiliki rumah yang sudah cukup memadai untuk dia tinggali.

Dia masih miskin, tapi dia begitu rajin menabung. Bahkan sekarang dia tidak lagi repot-repot mencari pelanggan untuk menggunakan jasanya sebagai penebang pohon. Setiap hari ditebangnya pohon dan dikumpulkannya di sebuah lahan miliknya. Sejak saat itu jika ada pelanggan yang membutuhkan kayu tinggal datang ke tempat tersebut untuk membeli kayu sesuai jenis kayu yang dia inginkan.

Bukan main, perkembangan terasa begitu cepat. Sang pengembara ini sekarang sudah memiliki beberapa orang pekerja untuk membantunya menebang kayu dan mengumpulkannya. Pendek kata, orang ini sudah menjadi seorang pengusaha kayu yang sukses. Pelanggannya tidak saja dari wilayah sekitar, tapi juga dari luar batas wilayah kerajaan tempat dia tinggal.

Katanya kita ini umat yang beragama? Umat beragama itu mestinya ber-Tuhan juga 'kan? Kita menyebutnya dalam bahasa patriotik sebagai bangsa yang “berKetuhanan Yang Maha Esa”. Bahkan kita sangat murka ketika orang lain, atau sekelompok orang dari golongan lain mau menginjak-injak agama kita. Kita marah besar ketika emosi kita dipicu oleh provokator yang menyebar isu bahwa seseorang telah menistakan agama kita dan menodai harkat serta martabat kita sebagai umat yang memeluk agama tercinta ini. Hak asasi yang paling hakiki kita serasa telah diobok-obok pihak-pihak yang kemudian kita anggap sebagai musuh besar.

Tapi coba lihat apa yang telah kita lakukan terhadap Tuhan kita sendiri! Lihat saja! Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat itu kita anggap buta begitu saja, dengan seenaknya kita melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarangNya, dengan tidak berberat hati kita meninggalkan segala yang menjadi kewajiban kita terhadapNya.

Kita anggap Tuhan itu tidak lebih dari seekor cicak yang melihat kita di kamar mandi, kita tidak malu sedikitpun meski kita melihat kehadiran cicak yang jelas-jelas melotot di atas sana. Dengan santainya kita telanjang bulat untuk melakukan aktivitas paling privat itu.
Kalaupun kita melihat ada cicak di sana, kita tidak pernah berpikir bahwa dia sedang memperhatikan ketelanjangan kita di kamar mandi. Kita dengan santainya beraktivitas dakam keadaan telanjang, baik itu mandi, buang air, atau bahkan ... masturbasi?! :-P

Begitu juga kita menganggap Tuhan. Dia itu hanya angan-angan yang jauh, Dia tidak melihat kita keluyuran malam ke tempat-tempat maksiyat. Dia tidak melihat kita berzina. Dia juga tidak pernah tahu kita mencuri. Apalagi korupsi, Tuhan tidak pernah tahu semua itu!

Begitukah kita memperlakukan Tuhan kita selama ini? Kalau ada saatnya kita ditimpa kemalangan, barulah kita memanggil nama Tuhan. Menyuruhnya memperbaiki nasib, menyuruhnya ini-itu, pokoknya apa saja yang membuat kemalangan menjauh dari diri kita. Bahkan tak malu-malu menyuruhnya memberi kita umur panjang dalam keadaan sehat walafiat agar bisa korupsi dan berzina, sepasang dosa yang senantiasa setia bersama kemanapun pergi.

Desember waktu lalu menjadi bulan yang paling padat pekerjaan. Ada banyak target belum terpenuhi, sehingga semua kegiatan tertumpuk-tumpuk di bulan paling bontot tahun itu. Celakanya di kantorku sangat minim tenaga. Staf yang membantuku satu-satunya sedang cuti melahirkan. Untung bulan sebelumnya aku mendapat staf baru yang cukup dapat diandalkan dalam bekerja. Namun dalam kapasitasnya sebagai pegawai baru, belum banyak yang sempat kuajarkan padanya, kecuali dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dasar yang rutin.

Selepas subuh di pagi itu, seperti biasa aku langsung meraih remote dan mengarahkan channel ke stasiun teve lokal untuk sekedar mendengar berita atau siraman rohani atau apapun yang bisa memancing otak agar berjalan setelah semalam beristirahat. Istriku juga terdengar sudah mulai menyalakan pompa air dan mesin cuci di belakang, sementara anak-anakku masih tertidur pulas.

Mata masih melotot ke televisi, tapi otak sudah jauh melesat ke rencana hari itu yang begitu padat juga ada sebuah seminar yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi, dan beberapa kegiatan yang wajib direalisasikan di akhir tahun ini. Anggaran untuk beberapa kegiatan tersebut memang belum sempat terealisasi sampai akhir tahun.

Hari itu aku sedang mempersiapkan sebuah presentasi evaluasi. Seperti biasa, presentasi aku buat dengan menggunakan MS PowerPoint, namun data yang akan ditampilkan berupa data evaluasi yang terlebih dahulu dianalisa dengan menggunakan MS Excel, sehingga tampilan di PowerPoint nantinya berupa tabel-tabel dan grafik hasil olahan dari MS Excel. Untung aku tahu bagaimana caranya menampilkan data spreadsheet di tampilan slide presentasi sehingga hasilnya tetap rapi dan dapat di edit tanpa merusak tampilannya, yaitu dengan paste special ==> as MS Office Excel Worksheet Object.

Ya, kalau dah jatahnya dapet giliran mati lampu gini nggak banyak yg bisa dilakuin. Paling-paling iseng aja bikin postingan nggak bermutu begini.
Walau ada ide menulis tapi kalau terbatas hanya bisa mengetik di hape, apalagi minimnya bandwidth yang belum tentu berhasil memposting. Tak sebanding risiko gagal posting dengan banyaknya kata yang diketik. Berbanding terbalik, malah.
****
Bicara soal mati lampu, aku inget cerita temenku dulu waktu masih di Solo. Di sana waktu itu sedang musimnya para salesman mengunjungi rumah-rumah warga untuk menawarkan barang dagangan segala rupa. Yang paling sering mereka membawa alat-alat elektronik.
Pada suatu ketika, siang-siang ada seorang salesman datang untuk menawarkan barang berupa Vaccuum Cleaner. Di rumah yang dimaksud waktu itu tidak ada siapa-siapa, hanya seorang pembantu. Belum sempat mengatakan apa-apa, seperti biasa, salesman biasanya langsung saja nerocos dan menyebarkan kotoran kambing (srinthil) di karpet. Katanya, "Pokoknya, Bu! Kalau vaccuum cleaner saya ini tidak bisa menyedot semua kotoran ini dengan segera, saya bersedia menelan satu-satu butiran kotoran kambing ini."
Sang pembantu menjawab kalem, "Apa mau ditambah sambal, makan srinthilnya, Mas?"
"Maksud Ibu?"
"Ini kan mati lampu!"

Seperti sudah jadi kodratnya, manusia pada umumnya tidak suka pada perubahan. Kecenderungan untuk tidak mau berubah ini memang sesuai dengan suatu Hukum yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Hukum ini ditemukan oleh Isaac Newton tentang sifat kelembaman benda. Disimpulkan oleh Isaac Newton dengan pernyataan:
Setiap benda akan tetap diam atau tetap bergerak dengan laju dan arah yang tetap jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut.

Hukum ini dikenal sebagai Hukum I Newton. Bila ditulis dalam bentuk persamaan fisika adalah:
F =  0 (nol)
Artinya, bila jumlah gaya-gaya yang mengenai benda adalah nol, maka akan menyebabkan benda bergerak dengan laju dan arah tetap atau berdiam diri. Yang melaju tetap melaju, arahnya tetap, yang diam pun tetap diam.

Bila keadaan benda semulanya dalam keadaan bergerak dengan kecepatan konstan maka benda akan cenderung terus menerus bergerak dengan kecepatan konstan pula, dan bila semulanya dalam keadaan diam akan terus menerus diam sampai adanya gaya yang mempengaruhi sehingga benda tersebut berubah keadaannya.

Pengereman mendadak tidak membuat tubuh ikut mengerem melainkan mempertahankan diri dari keadaan semula, yaitu bergerak ke depan mengikuti arah laju mobil yang kita tumpangi.




atau