Ingin hati memeluk gunung. Apa daya gunungnya meletus. Peribahasa itu agak diplesetkan dari aslinya yang berbunyi: Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Tentu saja beda artinya.

Peribahasa aslinya mengandung makna ketidakmampuan primer. Tangan tak sampai berarti tangan kita yang lemah, tanpa mempertimbangkan seberapa besar hambatan yang menghadang. Tapi dalam hal gunung yang meletus, berarti faktor objek yang akan dipeluk mengalami reaksi keras. Sehingga pelukan yang kita berikan terpaksa harus kita urungkan, atau kita tarik kembali.

Ada banyak gunung di luar sana yang saat ini memang gemar meletus. Meletusnya nggak main-main. Bisa meletus di media massa, di kantor polisi, di LSM, di gedung DPR, bahkan di pengadilan. Letusan yang sanggup mengalahkan letusannya bom para teroris yang sekarang lagi merajalela.

Letusan gunung yang dipeluk ini bervariasi. Ada yang memang memiliki bobot letusan hingga mengguncang bumi, menciptakan gempa vulkanik berkekuatan menengah. Ada juga yang hanya seperti letusan tabung gas LPG yang bocor.

Ya, pada dasarnya hidup adalah kompromi. Life is compromize. Orang mati adalah orang yang tidak mampu berkompromi lagi untuk meneruskan hidup. Memeluk gunung bisa jadi bukan impian kita secara pribadi. Mungkin demi orang-orang yang kita cintai, kita akan melakukan itu. Demi satu tujuan untuk menegakkan komitmen bersama dalam hubungan pekerjaan juga bisa menjadi alasan kita nekad melakukan hal-hal yang berat. Dengan menepis segala macem alasan yang membuat kita malas, kita lantas mencoba melakukan sesuatu yang tampaknya berat menjadi sesuatu yang realistis untuk dilakukan.


Dalam waktu dekat ini dikabarkan Bumi akan bisa memiliki dua matahari selama satu atau dua minggu. Fenomena kosmik ini terjadi ketika ada salah satu bintang terang di langit malam meledak menjadi supernova. Menurut laporan, akan terjadi pertunjukan cahaya yang paling menakjubkan dalam sejarah planet ini.

Fenomena alam itu terjadi akibat ledakan Betelgeuse, sebuah bintang yang paling terang. Ledakan itu akan menyebabkan bumi memiliki dua matahari. Usia Betelgeuse, yang merupakan bagian dari konstelasi Orion dengan jarak 640 tahun dari bumi akan segera berakhir.

Bintang raksasa merah itu diperkirakan bakal meledak pada tahun ini. Ketika itu ledakan tersebut terjadi,peristiwa itu disebut-sebut akan menjadi "pertunjukan cahaya" paling spektakuler bumi terbentuk. Begitu terangnya cahayanya, bumi seolah-olah memiliki dua matahari. Artinya, langit malam juga akan terang seperti siang hari. Pengajar fisika senior di Universitas Southern Queensland Australia Brad Carter mengklaim, ledakan itu bisa saja terjadi sebelum 2011 berakhir. Namun, mungkin saja Betelgeuse baru akan meledak pada tahun-tahun mendatang.

"Bintang tua ini sudah kehilangan amunisi yang memungkinkannya tetap bersinar.Ketika bahan bakar ini habis, bintang akan mati dengan sendirinya dan itu akan terjadi sangat cepat. Ini adalah peristiwa terakhir yang akan dialami bintang.Ketika bintang meledak,kita akan melihat cahaya yang sangat terang untuk beberapa pekan.Kemudian,dalam kurun beberapa bulan ke depan, cahaya itu mulai memudar dan akhirnya akan sulit dilihat," papar Carter. Menurut Carter,ledakan Betelgeuse bisa membuat bumi selalu dalam kondisi siang hari. Itu bakal terjadi selama beberapa pekan. "Kita akan memiliki matahari kedua," ujarnya. Namun, masih dalam perdebatan dua matahari yang menyinari bumi itu bakal terjadi.

Mulai saat ini, sebagai persiapan, kalau Anda ingin melihat peristiwa alam yang sangat menakjubkan itu, belilah sepasang kacamata. Carter juga memberikan perkiraan waktu peristiwa itu akan terjadi. "Antara sebelum 2012 sampai jutaan tahun mendatang," ujar Carter. Kematian Betelgeuse menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, ini bersamaan dengan ramalan Suku Maya menyatakan kiamat datang 2012. Namun, Carter membantahnya." Tidak akan membahayakan bumi sedikit pun,"tuturnya.