‎Pagi hari yang bening. Aku baru saja bangun tidur di sebuah hotel yang berada di pinggiran Teluk Jayapura. Membuka jendela, suasana cerah dengan pemandangan air laut yang berkilauan di sinar matahari.

Menggeliat sejenak sambil melakukan gerak badan ringan. Terasa penatnya badan setelah semalam mengakhiri sebuah acara akbar, Jambore Pelayanan Primer yang dihadiri para dokter dan petugas Puskesmas serta Klinik Pratama serta Klinik TNI/Polri. Acara berlangsung tiga hari dari Rabu sampai Jumat (27-29/08/2014), aku bertindak sebagai pimpro, alias ketua panitia kegiatan kantor itu.

Pagi ini aku bersyukur sekali, semua berjalan lancar. Tak ada permasalahan yang berarti, walaupun kekurangan selalu saja ada. Tak mungkin sebuah event benar-benar berlangsung perfect dalam pandangan setiap orang. Tapi secara umum, semua berjalan lancar.

Baru awal puasa lalu aku bergabung disini. Sekitar dua bulan lalu aku menjadi bagian dari teamwork baru di Divisi Regional Papua ini. Memiliki teamwork yang hebat seperti ini memang sebuah keberuntungan bagiku. Tidak terbayang puluhan tahun silam aku akan bisa seperti ini. Masih terasa begitu beratnya memimpin sebuah organisasi remaja, muda-mudi karang taruna RT di kampungku, untuk pertama kalinya dipercaya memimpin waktu aku masih berusia belasan tahun. Yang memimpin dan yang dipimpin masih sama-sama belajar berorganisasi. Kini, ibaratnya hanya dengan tersenyum saja mereka tahu, hal terbaik apa yang harus dilakukan.

Dumadakan udan kayadene disokake ing wayah sore kang rada sumelet
Ngredhemake hawa panas sing sedina ngebaki dhamparing bumi
Dumadakan uga ati iki ketaman sawijining rasa kang ora bisa dak arani ing tembung

Dak waca maneh inboxmu sing wingi
Sawise rada enggar ing pikir lan lodhang ing ati iki
Surasane kang dak rasakake samsaya mundhak gedhe
Kairing swarane udan ing payon kang keprungu samsaya deres
Kaya-kaya ngesok ing jero ngomah, ngelepi jogan, nganti megungi ati kang nggelondhang
Sumemendhe tembok ing kamar iki, aku muter tembang lawas
Kidung tresna kang ndadekake mongkog, ngandelake rasa mau

O, yagene aku bisa nganti siniksa rasa kang kaya mangkene
Kabeh mung jalaran kawitan saka dlancang seta duk nalika semana
Dlancang seta kang winungkus dlancang wilis, ngemu surasa-surasa tresna kang tinulis mawa mangsi biru
Surasa-surasa mau saiki wus ginanti ing wewujud elektronik, saengga bisa bablas mili tumekeng ati, tanpa lumantaran srana-srana


Dene sliramu rak wis ngerti isine ati iki?
Yagene isih tansah wedi yen aku bakal ninggalake sliramu?
Apa ora cukup anggonku nuduhake sepira gedhene tresna iki?
Yen mangkono, apa sing kudu dak lakoni amrih dadi leganing atimu?

69

69 adalah angka yang menarik. Pasangan angka 6 dan 9 ini sangat unik, karena terbentuk dari dua angka yang memiliki bentuk yang mirip, hanya dibolak-balik saja, serupa tapi tak sama. Sehingga pasangan angka 69 bisa menjadi lambang keseimbangan. Dalam ajaran Cina sering disebut Yin dan Yang. Lebih jauh lagi pasangan angka ini bisa menjadi simbol cinta dan nafsu, simbol kemesraan dalam percintaan, memberi dan menerima.

Kalau anda mencari 69 di google image, anda akan melihat gambar-gambar yang banyak kaitannya dengan hubungan percintaan. Posisi bercinta dengan nama “posisi 69” sangat dikenal, yaitu oral seks yang dilakukan untuk mendapatkan rangsangan seksual secara bersamaan.

Oke deh, kita nggak akan membahas posisi bercinta disini. Kita sedang membahas Hari Ulang tahun Republik tercinta ini.

Dalam rangka Pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2014, Tema peringatan HUT ke-69 Republik Indonesia adalah:
“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera”


Nasib bisa diubah. Takdir tidak bisa diubah. Kaya atau miskin itu takdir atau nasib? Mungkin takdir kalau terkait dengan sifat-sifat Anda yang tidak bisa diubah. Mungkin nasib kalau terkait kebiasaan yang masih bisa Anda ubah. Seorang penulis bernama Steve Siebold mengatakan bahwa orang kaya mempunyai sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan kita. Apa Saja?

Siebold mengaku menghabiskan hampir 3 dekade hidupnya mewawancarai banyak orang kaya di seluruh dunia. Kemudian ia menulis sebuah buku “How Rich People Think” yang berisi tentang pola pikir yang membedakan antara orang kaya dengan orang rata-rata. Di buku ini, ia menunjuk sejumlah opini yang menarik untuk jadi bahan evaluasi kita semua. Berikut di antaranya:

Orang kaya percaya bahwa kemiskinan adalah akar dari segala kejahatan, sementara rata-rata berpikir UANG adalah akar dari segala kejahatan.
Menurut Siebold, di komunitas berpenghasilan rendah memiliki rasa malu tertentu yang datang bersama dengan “keinginan menjadi kaya”. Rata-rata mereka memiliki pemikiran bahwa orang yang bisa menjadi kaya hanya mereka yang beruntung atau tidak jujur. Sementara orang yang benar-benar kaya tahu bahwa meski memiliki uang tidak menjamin kebahagiaan, hal ini membuat hidup Anda lebih mudah dan lebih menyenangkan.

Orang kaya merasa harus bertindak, sementara rata-rata menunggu lotere.
Masyarakat rata-rata hanya pasrah dan menunggu keputusan Tuhan, pemerintah, bos, atau pasangan mereka. Saat mereka sedang memilih nomor atau menunggu sesuatu yang akan mengubah hidup, merekapun berdoa untuk kemakmuran, orang-orang kaya mengubah nasib mereka dengan bertindak.