Ubun-ubunku tiba-tiba berdenyut. Rasanya jantungku baru saja pindah di kepala. Tetapi dengan sedikit nyeri. Seperti biasa, kalau sakit kepala mulai melanda tandanya bisa karena kekurangan cairan atau telat makan. Tekanan darah menurun. Kalau tidak, ya kurang tidur, kurang darah, kurang ajar, ..., eh....

Sebelum sesuatu yang buruk terjadi, sebelum nyeri di kepala yang samar-samar berubah menjadi tension headache yang menyiksa, aku memesan segelas teh hangat untuk menyamankan diri. Mojok di sebuah kafetaria bandara yang agak jauh dari hiruk-pikuk para calon penumpang yang berseliweran.

Kubuka JOOX dari ponpinku, lalu kupilih nada-nada relaksasi untuk aku streamingkan ke dalam kedua liang telingaku. Memejamkan mata, lalu mulailah aku berangan-angan....

Tibalah aku di jaman ini. Saat aku sudah berhenti lama dari kegiatan berburu MP3. Mulai dari mendapatkan tautan untuk mengunduhnya sampai dengan mengkonversinya dari sebuah video di Youtube. Jaman sekarang musik hanya perlu dinikmati, tidak perlu didownload. Dengan aplikasi seperti JOOX atau Spotify, kita bisa menikmati berbagai musik, mulai dari musik yang populer saat kita belum lahir sampai musik jaman now, tersedia semua.

Begitu juga dengan film. Tidak lagi perlu membeli keping VCD, DVD atau Bluray untuk bisa menikmatinya. Tinggal buka HOOQ, Netflix, Iflix, dan sebagainya. Tidak perlu membeli hardrive berukuran tera-teraan untuk mengkoleksi file film dan musik. Pasalnya juga semakin besar kapasitas hardrive, semakin mahal pula harganya. Belum lagi umurnya yang cenderung pendek, gampang rusak oleh usia atau oleh karena benturan-benturan saat dibawa ke mana-mana.

Bahkan sekarang alat-alat pemutar musik dan video juga tersedia tidak hanya untuk perangkat mobile saja. Ada beberapa alat streaming media player yang juga bisa terkoneksi internet, baik melalui jaringan kabel maupun Wi-Fi untuk menyuguhkan musik-musik pilihan di rumah. Tentunya player ini akan dihubungkan dulu dengan sistem suara yang akan menghasilkan musik dengan kualitas tertinggi yang bisa dihasilkan.

Sayangnya streaming media player tidak banyak tersedia di toko elektronik di Indonesia. Kalau ingin memiliki bisa membelinya secara online. Itupun pasti nanti akan dengan cepat ketinggalan jaman. Pertimbangan lainnya, dia hanya bisa membaca streaming dari server tertentu, misalnya Spotify saja. Sedangkan aplikasi yang sering saya gunakan saat ini adalah JOOX,belum didukung. Bukan anti sama yang lain sih, hanya karena sudah terlanjur familiar sama yang namanya JOOX.

Akhirnya saya hanya menggunakan ponsel untuk memutar musik streaming. Saya gunakan JOOX dari perangkat Android untuk saya dengar langsung dengan menggunakan earphone saat bepergian. Kalau di rumah saya gunakan external speakers dengan cara memancarkan melalui Bluetooth receiver yang sudah terkoneksi dengan rangkaian preamplifier, equalizer dan active speakers.

Walaupun saya belum puas dengan suara yang dihasilkan , tapi sudah lumayan mengguncang hati saya misalnya di saat mood perlu diperbaiki.

Tetapi saya juga harus tahu waktu. Ketika jam boarding sudah hampir tiba, saya harus berhenti bermusik. Takutnya panggilan masuk pesawat tidak terdengar, saya bisa ketinggalan.

0 komentar: